Selasa, 18 Agustus 2015

Pentingnya Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Bagi Mahasiswa Ekonomi

            Bagaimanakah reaksi anda saat tau anda diterima di salah satu universitas dengan berada di fakultas ekonomi? Apa perasaan anda ketika anda tahu bahwa anda telah sah menjadi anak kampus atau yang biasa disebut mahasiswa dengan status mahasiswa fakultas ekonomi? Apa anda merasa senang? Bahagia? Atau biasa biasa saja? Apa pernah terbayang di benak anda untuk menjalani hidup di bidang ekonomi seperti init? Dan yang paling penting, apa anda mempunyai persiapan yang cukup matang dan mantap untuk berada di fakultas ekonomi?

            Pasti semua pertanyaan diatas sudah terfikirkan dalam benak anda ketika anda secara sengaja ataupun tidak sengaja masuk ke dalam dunia perekonomian di salah satu kampus yang anda pilih. Namun apa yang menjadi masalahnya adalah jika anda tidak tahu sama sekali mengenai pentingnya menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa ekonomi. Sebagian dari anda juga mungkin belum mengetahui arti dari entrepreneur itu sendiri apa.

            Entrepreneur atau yang biasa dikenal dengan Wirausahawan adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara mengenai produksi produk baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

            Wirausahawan adalah pengambil resiko yang ekstrem seperti penjudi, berkerja paling sukses dan keras lewat perencanaan dan persiapan untuk meminimalkan resiko yang terlibat dalam rangka untuk lebih mengontrol nasib visi mereka.

            Lalu apakah pentingnya menumbuhkan jiwa seorang entrepreneur atau wirausahawan di diri seorang mahasiswa ekonomi? Tentu sangat amat penting, melihat bahwa kita sekarang telah resmi menjadi mahasiswa ekonomi, maka kita harus punya dasar jiwa sebagai seorang entrepreneur atau wirausahawan.

            Seorang mahasiswa harus mempunyai jiwa entrepreneur atau wirausahawan karna tugas yang kita alami sangatlah berbeda dengan profesi lainnya. Perbedaan antara seorang wirausahawan dengan profesi lainnya dapat dilihat dari segi kelebihan-kelebihan yang dimiliki, seperti kesempatan untuk mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha sukses. Anda juga memiliki kesempatan menciptakan perubahan untuk mencapai potensi penuh yang anda miliki sebagai seorang calon pengusaha sehingga menuai keuntungan yang besar dan mengesankan. Anda juga dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat sehingga usaha anda dapat di apresiasi dan mendapat pengakuan untuk usaha yang anda buat atau yang anda tekuni yang pada akhirnya anda dapat melakukan apa yang anda idam-idamkan dan bersenang-senang.

            Para penumbuh jiwa entrepreneur juga harus mempunyai sikap yang harus ditemui seperti keinginan untuk preferensi tanggungjawab atas risiko yang lebih besar, karna wirausahawan tidak mengambil risiko secara liar melainkan memperhitungkan terlebih dahulu risiko yang akan diambil. Selanjutnya adalah seorang entrepreneur harus mempunyai keyakinan akan kemampuan mereka untuk menuai kesuksesan hingga menjadi orang yang berhasil. Biasanya memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka untuk keberhasilan.


            Kesimpulannya, seorang yang sekarang telah berstatus menjadi mahasiswa ekonomi wajib menumbuhkan jiwa seorang entrepreneur untuk memiliki orientasi terhadap masa depan. Berorientasi pada masa depan, wirausahawan kurang perduli dengan apa yang telah mereka lakukan kemarin dibandingkan dengan apa yang mereka laukan besok, selanjutnya dan seterusnya hingga memiliki keahlian dalam pengorganisasian, tahu bagaimana menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.

Permasalahan Perekonomian Indonesia Bagian Timur

            Seperti yang telah kita ketahui bahwa sistem perekonomian di Indonesia patut diprihatinkan. Kesejahteraan yang sangat di idam-idam kan masyarakat Indonesia, khususnya di Indonesia bagian timur nampaknya tak kunjung jua tercapai dan terlaksana sebagaimana mestinya. Permasalahan ekonomi di Indonesia seperti nya sudah menjadi hal yang biasa, terlebih yang terjadi pada daerah Indonesia bagia timur, padahal seharusnya tidak seperti itu. Kenapa permasalahan perekonomian terus terjadi? Mungkin sebagian besar dari kita menanyakan hal yang sama, namun hanya sedikit dari kita yang benar-benar memperdulikannya hingga mencari tau lebih jauh tentang hal tersebut.

            Pertumbuhan ekonomi yang rendah menjadi salah satu faktor utama dalam permasalahan perekonomian di Indonesia bagian timur. Masyarakat di daerah timur sana masih sangat kekurangan segala aspek penting yang kita miliki di daerah perkotaan. Masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia ini sering mengalami kendala pada modal dan investasi, sehingga membutuhkan bantuan dari pihak asing yang hanya akan menambah beban bagi masyarakat.

            Pertumbuhan ekonomi di negeri ini yang lambat juga dipengaruhi oleh naiknya harga minyak dunia. Naiknya harga minyak dunia disebabkan oleh kelangkaan minyak mentah, yang pada akhirnya akan berimbas kepada naiknya harga barang-barang pokok lain dan semakin menyulitkan petumbuhan ekonomi di daerah Indonesia bagian timur dan memperkeruh permasalahan ekonomi tersebut.

            Masalah selanjutnya adalah kemiskinan. Kemiskinan merupakan hal yang banyak di derita oleh kaum kaum terpinggir dan orang orang plosok seperti di daerah bagian timur Indonesia yang sistem peredaran uangnya masih sangat rendah bahkan masih menerapkan sistem tukar-menukar barang dan bahan pokok lainnya, yang biasa kita kenal dengan barter. Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang terbilang kurang atau bahkan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam hidupnya. Masyarakat di daerah Indonesia bagian timur cenderung mengalami penurunan daya beli kebutuhan barang-barang pokok secara umum. Akibatnya, banyak masyarakat di daerah Indonesia bagian timur tidak dapat hidup secara layak dan lagi-lagi berimbas pada masalah perekonomian yang semakin semrawut.

            Pengangguran, ya pengangguran memang tidak dapat dipisahkan dari problematika ekonomi di negeri kita tercinta ini. Secara umum pengangguran dapat diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja. Pengangguran merupakan rantai masalah yang dapat menimbulkan beberapa permasalahan pada suatu negara, salah satunya adalah kemiskinan yang dapat mengganggu pertumbuhan perekonomian suatu negara. Beralih ke topik, pengangguran yang terjadi di daerah Indonesia bagian timur disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan yang sesuai untuk masyarakat disana, ketika masyarakat disana juga kurang mendapatkan pendidikan yang seharusnya diemban minimal sampai jenjang Sekolah Menengah Atas.

            Pendidikan yang tidak sesuai dengan standar kelayakan dan kurang merata nya persebaran pendidikan di daerah timur Indonesia menyebabkan masyarakat disana enggan mengenyam pendidikan. Akibatnya banyak pengangguran dan banyaknya perusahaan yang membuka lapangan kerja tidak mendapatkan Sumber Tenaga Manusia yang bermutu sehingga tidak bisa menambah pemasukan kas bagi negara kita ini. Jadi, kembali kita menelan pahitnya keadaan pertumbuhan perekonomian di Indonesia bagian timur bobrok dari kedua sisi.

            Selanjutnya adalah kesenjangan penghasilan. Kesenjangan penghasilan yang ada di Indonesia ini cukup sangat amat parah, melihat perbedaan yang jauh diantara buruh-buruh dan pedagang serta karyawan yang berkerja dengan cukup keras, lembur hingga lelah hanya mendapatkan penghasilan yang terbilang tidak sesuai. Coba dibandingkan dengan DPR yang sepengelihatan saya pribadi melalui media kabar seperti koran dan televisi, kerjanya hanya tidur pada saat rapat, memainkan gadget pribadi mereka bahkan sampai melakukan perbuatan tercela di gadget mereka yang tidak patut dicontoh bahkan tidak layak untuk saya tulis disini. Coba tebak betapa besar gaji atau penghasilan pokok yang mereka dapat? Ya, mereka mendapatkan gaji yang terbilang cukup besar untuk pekerjaan yang sangat tidak sesuai, belum lagi terhitung penghasilan ‘sampingan’ mereka.

            Dimana aplikasi dari makna yang terdapat pada pedoman negara kita Pancasila nomor 3 dan 5? Apakah Pancasila hanya merupakan pajangan dan gantungan di gedung gedung? Apakah Pancasila sekarang hanya merupakan sebuah properti belaka tanpa makna? Sungguh kenyataan yang memuakkan melihat mereka yang berada di daerah Indonesia bagian timur sengsara meskipun dengan segala jeripayah mereka, sementara jabatan yang diagung-agungkan di negeri ini dengan harapan dapat membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik, justru kerjanya hanya meneripa upah tanpa melakukan suatu hal yang berguna. Kesenjangan penghasilan yang seperti inilah yang membuat sulit pertumbuhan ekonomi masyarakat di Indonesia bagian timur.

            Inflasi yang tengah dihadapi Indonesia juga berdampak besar terhadap permasalahan ekonomi yang ada di negara ini, khususnya di daerah daerah bagian timur.  Inflasi ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Hal ini akan menimbulkan penurunan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa. Inflasi berdampak pada lesunya kegiatan perekonomian, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, melemahnya nilai rupiah, dan ketidakstabilan perekonomian negara.

             Jika sedikit persen saja inflasi di negara ini bertambah, dampaknya akan sangat parah bagi kelangsungan hidup masyarakat di daerah bagian timur sana, contohnya kenaikan harga bahan pokok. Akibatnya, banyak warga yang tadinya cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok, karna adanya inflasi, mereka jadi tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mengakibatkan kemiskinan. Imbasnya, pertumbuhan perekonomian di bagian timur Indonesia akan semakin tersendat.

            Selanjutnya ada hutang luar negeri. Sampai saat ini, Indonesia memiliki hutang luar negeri yang sangat banyak yakni lebih dari USD 100 miliar. Indonesia adalah negara dengan hutang luar negeri terbesar ke-3 di dunia setelah Brazil dan Meksiko. Hutang luar negeri ini juga akan banyak berdampak bagi kelangsungan hidup warga dan masyarakat Indonesia, terutama Indonesia bagian timur yang sekarang tengah mengalami kesulitan perekonomian yang cukup rumit.

                 Hutang luar negeri yang terus menumpuk tersebut menyebabkan terjadinya berbagai masalah perekonomian seperti nilai mata uang Rupiah yang terus menurun. Akibatnya, akan terjadi inflasi yang cukup besar sehingga menyebabkan kemiskinan, pengangguran, terlambatnya pertumbuhan ekonomi di wilayah timur dan sebagainya.

            Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia selalu mengalami defisit. Defisit adalah saat ketika anggaran belanja lebih tinggi dari anggaran pendapatan. Apa kalian tau penyebab utama kenapa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Indonesia selalu mengalami defisit? Ya, itu karna ulah perilaku pemerintah yang kurang bertanggungjawab dalam meminimalisir Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, bahkan mereka sekarang sedang meminta anggaran apresiasi yang jumlahnya triliyunan. Itulah salah satu alasan kenapa hutang negara kita terus menumpuk. Penyebab utamanya adalah korupsi, perilaku pemerintah yang sangat boros anggaran, dan subsidi yang tidak tepat sasaran.

            Apa dengan perilaku diatas mereka tetap berharap negara Indonesia dapat sejahtera dengan menyeluruh dari bagian timur sampai barat? Apa ada seorang anak yang tidak merasa sedih ketika kue ulang tahun yang dijanjikan ibu nya ternyata malah dimakan sendiri? Sama halnya seperti “apa ada masyarakat yang tidak kecewa ketika kesejahteraan yang dijanjikan pemerintah pada saat pemilu, justru malah dinikmati sendiri oleh pemerintah tersebut?”. Seharusnya pemerintah harus meminimalisir pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara demi menutup hutang luar negeri kita yang sudah terlalu banyak.

            Ketidakmampuan industrial di daerah Indonesia bagian timur juga dapat dibilang sangat tidak mumpuni. Kebanyakan industri di Indonesia hanya merakit barang saja tanpa tau cara menciptakan alat alat yang dirakit tersebut. Kalaupun ada industri besar yang kalian jumpai di Indonesia bagian timur, percayalah itu bukan milik orang timur itu sendiri melainkan itu adalah industri milik orang asing.

            Perindustrian disana masih sangat bergantung pada ekonomi, bahan baku, dan teknologi asing. Padahal pada dasarnya, kita memiliki kekayaan dan sumber daya alam yang sangat berlimpah, namun karna masyarakat kita tidak mengelola nya dengan baik, dan pemerintah pun seperti acuh tak acuh, seperti telah memiliki “permainan” tersendiri, kita harus rela harta kekayaan alam kita yang sangat berharga, di ambil oleh industri asing dan yang kita dapatkan hanya pendapatan dari pajak dan buruh upah saja. Kenapa hal ini terus-menerus terjadi? Tidak adakah yang cukup berani untuk menghentikan semua kebodohan ini? Ini masih menjadi sebuah misteri.

            Ketidakmampuan mengelola Sumber Daya Manusia di daerah Indonesia bagian timur sana menjadi salah satu faktor permasalahan perekonomian negara ini. Walaupun secara notabene penduduk Indonesia merupakan penduduk ke-4 terbanyak di dunia, namun Sumber Daya Manusia yang ada di Indonesia masih sangat minim, terutama pada wilayah bagian timur. Hal ini disebabkan karna kurangnya masyarakat timur sana yang mengenyam pendidikan yang tinggi dan juga kurangnya minat untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Akibatnya, masyarakat yang berada di daerah bagian timur sana hanya berdiam dirumah, atau mengerjakan sesuatu yang lain seperti melakukan pekerjaan rumah sehari hari.

            Dampak yang di timbulkan dari kurangnya pendidikan yang sesuai dengan standar dan kualitas untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang mumpuni mengakibatkan minimnya Sumber Daya Manusia sehingga pada akhirnya negara kita harus mendatangkan tenaga ahli Sumber Daya Manusia dari negeri lain, dan kita hanya menjadi pembantu di negara kita sendiri. Sungguh ironis sekali melihat kenyataan pahit seperti ini.

            Penguasaan Ilmu Pengetahuam dan Teknologi juga masih sangat kurang dikuasai bagi orang orang yang berada di daerah Indonesia bagian timur. pasalnya, kekurangan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi disebabkan oleh minim nya teknologi yang dapat masuk dan berkembang sampai ke daerah timur sana. Bahkan sampai sekarang, masih banyak masyarakat yang tidak atau kurang mengerti apa yang dimaksud dengan internet.

            Mereka lebih cenderung memilih melakukan sesuatu yang bagi mereka bermanfaat, dibandingkan harus repot-repot belajar mengenai internet, kemajuan teknologi dan lain lain. Kesalahpahaman yang seperti itulah yang menyebabkan minimnya penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang pada akhirnya akan mengakibatkan masyarakat disana tidak bisa mengelola kekayaan mereka sendiri. Ujungnya, mereka hanya dijadikan budak dan diberi upah yang sedikit dari kekayaan alam mereka sendiri, karna pihak-pihak industri dari luar lebih mengetahui mengenai Ilmu Pengetahuan dan Tekonogi, serta mereka juga tahu cara mengelola kekayaan alam. Sungguh, ironi tetaplah ironi.

            Korupsi, inilah yang sebenarnya menjadi permasalahan utama dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia yang selalu terhambat. Korupsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain”. Korupsi yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah kejam dan membunuh masyarakat secara perlahan. Bagaimana tidak, ketika sang para pelaku korupsi tengah asik berbahagia dan tertawa lepas bersama rekan-rekan nya yang sama busuk, mereka tidak perduli bahwa dibalik setiap kebahagiaan dan tertawa yang mereka lepaskan ternyata ada penderitaan dan tangisan masyarakat yang harus berjuang demi mempertahankan hidupnya.

            Apa tidak ada rasa iba para koruptor pada orang yang rela bekerja siang dan malam hanya untuk membahagiakan keluarga tercinta nya? Apa para koruptor sudah kebal dengan api neraka dan tidak takut lagi kepada Tuhan Yang Maha Esa, ketika mereka dengan perasaan senang mengambil hak yang bukan hak mereka? Apa mereka tidak punya fikiran dan hati, ketika apa yang telah mereka lakukan itu, semuanya akan berdampak kepada masyarakat luas, terutama yang berada di daerah Indonesia yang jauh dari kata sejahtera seperti di daerah Timur?

            Dari semua hal yang sudah diterangkan diatas secara jelas dan terperinci, kita dapat menyimpulkan beberapa hal yang sangat penting, yaitu kegagalan pertumbuhan perekonomian di daerah Indonesia bagian timur bukanlah seratus persen kesalahan dari warga masyarakat timur itu senidiri, melainkan juga karna kurangnya perhatian dan tanggungjawab penuh dari pemerintah terkait dengan permasalahan pertumbuhan ekonomi tersebut.

            Solusi kongkret yang dapat saya berikan dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap pemerintah dengan segala sistem pemerintahannya, saya ingin menghimbau kepada para pemerintah untuk tidak memikirkan kesejahteraan dan kesenangan pribadi tanpa memikirkan keperdulian sekitar. Seharusnya pemertintah lebih bertanggungjawab dalam pengatasi permasalahan yang terjadi di Indonesia, khususnya di daerah timur. banyak masyarakat di daerah timur sana yang masih kesulitan dan kekurangan dari segi pendidikan, sarana dan prasarana, ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia. Jadi kenapa pemerintah tidak bekerjasama dengan para masyarakat untuk bisa mengelola kekayaan alam mereka sendiri.

            Berilah kebijakan dan solusi yang baik demi memperbaiki sistem pertumbuhan perekonomian Indonesia. Tolong semua orang dan masyarakat kecil untuk mendapatkan hak nya yang lebih baik dari hari ini, bukan hanya kerja dari pagi hingga malam dengan upah yang tidak sepadan. Stabilkanlah harga-harga bahan pokok yang melampau naik tinggi karna pemerintah mungkin bisa membeli semua bahan pokok yang mereka butuhkan, tapi tidak dengan masyarakat yang kesulitan di daerah timur sana yang masih sangat kekurangan dan bahkan masih tidak tau dan tidak mengikuti perkembangan jaman yang ada.

            Kami masyarakat berharap besar pada kinerja pemerintah yang benar dan sesuai dengan tujuan dan kepentingan bersama bangsa Indonesia, yaitu menuju Indonesia yang lebih baik. Bawalah perubahan terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi dari hari kemarin. Kami butuh pemertintah yang kami harap, bukan yang kami kesal.